Archive for 2016
Vol.9 Memahami Troubleshooting Layer Aplikasi Jaringan LAN
Troubleshooting Lapisan Fisik Jaringan WAN - Pada kesempatan kali ini saya akan membagi sedikit penjelasan mengenai troubleshooting, terutama untu lapisan fisik jaringan WAN.
Oiya mungkin bagi sobat yang belum membaca artikel saya yang sebelumnya, bisa disimak, barangkali berguna yaitu Troubleshooting Lapisan Presentasi Jaringan LAN. Langsung saja dibawah ini adalah penjelasan tentang Troubleshooting lapisan fisik jaringan LAN
Fast Ethernet Cable
Fast Ethernet merupakan sebuah sebutan untuk teknologi jaringan Ethernet yang
menawarkan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan standar Ethernet biasa. Kecepatan yang ditawarkannya mencapai 100 megabit per detik. Standar-standar yang dibuat untuk teknologi ini adalah 100BaseTX, 100BaseFX, 100BaseT4, dan 100BaseVG. Disebut juga 100BaseX.
Spesifikasi yang diratifikasi sebagai IEEE 802.3u pada tahun 1995 ini menjadi evolusi yang mengizinkan transmisi data yang jauh lebih cepat (10 kali lipat) dibandingkan dengan standar Ethernet yang sebelumnya, dengan menggunakan metode media access control yang sama, yakni Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD). Selain itu, format frame yang digunakannya pun juga sama dengan Ethernet biasa, sehingga kompatibel dengan Ethernet. Pengabelan yang digunakan pun juga sama, yakni menggunakan kabel twisted pair, atau kabel serat optik meski kabel koaksial (yang digunakan oleh Ethernet 10Base2 dan 10Base5) telah ditinggalkan.
Standar ini dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex dan dapat diimplementasikan di dalam jaringan yang menggunakan hub atau switch.
Token Ring Wiring
Token ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak cipta dariToken Ring dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada tahun 1984. Elemen kunci dari desain Token Ring milik IBM ini adalah penggunaan konektor buatan IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel twisted pair, dan memasang hub aktif yang berada di dalam sebuah jaringan komputer.
Pada tahun 1985, Asosiasi IEEE di Amerika Serikat meratifikasi standar IEEE 802.5 untuk protokol (cara akses) Token Ring, sehingga protokol Token Ring ini menjadi standar internasional. Pada awalnya, IBM membuat Token Ring sebagai pengganti untuk teknologi Ethernet (IEEE 802.3) yang merupakan teknologi jaringan LAN paling populer. Meskipun Token Ring lebih superior dalam berbagai segi, Token Ring kurang begitu diminati mengingat beaya implementasinya lebih tinggi jika dibandingkan dengan Ethernet.
Spesifikasi asli dari standar Token Ring adalah kemampuan pengiriman data dengan kecepatan 4 megabit per detik (4 Mbps), dan kemudian ditingkatkan empat kali lipat, menjadi 16 megabit per detik. Pada jaringan topologi ring ini, semua node yang terhubung harus beroperasi pada kecepatan yang sama. Implementasi yang umum terjadi adalah dengan menggunakan ring 4 megabit per detik sebagai penghubung antar node, sementara ring 16 megabit per detik digunakan untuk backbone jaringan.
Beberapa spesifikasi dan standar teknis Token Ring yang lain, seperti enkapsulasi Internet Protocol (IP) dan Address Resolution Protocol (ARP) dalam Token Ring dijelaskan dalam RFC 1042.
Token Ring Keunggulan Tidak terjadi tabrakan pengiriman Kelemahan Setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang di lewatkan dalam jaringan .sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Jenis Kabel yang sering digunakan Topologi ini = Twisted pair, fiber.
Sumber : Disini
Troubleshooting Jaringan Kelas XII Vol.9
Kesimpulan
Pada 7 Kompetensi Dasar yang telah dipelajari yaitu Vol.1 (KD.1) Memahami Troubleshooting Lapisan Fisik Jaringan LAN sampai Vol.7 (KD.7) Memahami Troubleshooting Lapisan Aplikasi Jaringan LAN. Kesimpulan yang saya dapat adalah bagaimana cara menangani masalah yang terjadi pada jaringan yang meliputi 7 Layer OSI yaitu : Physical,Data Link,Network,Transport,Session,Presentation,Application. Dengan Pemahaman yang tertera pada Kompetensi ini, saya dapat menerapkannya pada pemecahan masalah yang suatu saat bisa saja saya alamai dalam pembangunan suatu jaringan.
Kesimpulan Vol.1 - Vol.7 (KD.1-KD.7)
Vol.7 Memahami Troubleshooting Layer Aplikasi Jaringan LAN
APPLICATION LAYER (Nomor 7 dari urutan OSI). Apa sih yang disebut application layer itu ? Application layer adalah lapisan yang menyediakan interface antara aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dan jaringan yang mendasarinya di mana pesan akan dikirim. Protokol Application Layer digunakan untuk pertukaran dataantara program yang berjalan pada source dan host tujuan.
Dalam TCP/IP, lapisan aplikasi mengandung semua protokol dan metode yang masuk dalam lingkup komunikasi proses-ke-proses melalui jaringan IP (Internet Protocol) dengan menggunakan protokol lapisan transporuntuk membuat koneksi inang-ke-inang yang mendasarinya. Sedangkan dalam model OSI, definisi lapisan aplikasi lebih sempit lingkupnya, membedakan secara eksplisit fungsionalitas tambahan di atas lapisan transpor dengan dua lapisan tambahan: lapisan sesi dan lapisan presentasi. OSI memberikan pemisahan modular yang jelas fungsionalitas lapisan-lapisan ini dan memberikan implementasi protokol untuk masing-masing lapisan.
Penggunaan umum layanan lapisan aplikasi memberikan konversi semantik antara proses-proses aplikasi yang terkait. Contoh layanan aplikasi antara lain adalah berkas virtual, terminal virtual, serta protokol transfer dan manipulasi kerja.
Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah web server, mail, FTP, DHCP, TELNET, DNS, SNMP.
1. Web Server (HTTP, HTTPS)
o HTTP (Hypertext Transfer Protocol, adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web(WWW).
Funsinya antara lain :
o menjawab antara clientdan server.
o membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di host yang jauh (biasanya port 80). Jaringan Komputer, Pertemuan 9 Sistem Informasi-UG
o HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Pada umumnya port HTTPS adalah 443.
Fungsi : HTTPS melakukan enkripsi informasi antara browser dengan web server yang menerima informasi. Memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers (penguping), dan man in the middle attacks.
2. Mail (SMTP, POP3, IMAP)
o SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik (e-mail) di Internet. MenggunakanTCP, port 25.
Fungsi : digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan e-mail dari e-mail klien ke email server, mengirimkan e-mail kepada lokal account, dan menyiarkan ulang email antara server-server SMTP.
o POP3 (Post Office Protocol version 3) sesuai dengan namanya merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail.
Fungsi : digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Menggunakan TCP, port 110.
o IMAP(Internet Message Access Protocol)
adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. Lebih kompleks daripada POP3.
Fungsi : memilih pesan e-mail yang akan di ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, menghapus pesan e-mail yang ada.
3. FTP (File Transfer Protocol)
adalah sebuah protokol Internet yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP menggunakan protocol TCP port 21.
Fungsi :
Untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.
4. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam Jaringan Komputer, Pertemuan 9 Sistem Informasi-UG sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya, artinya DHCP tersebut berbenturan, karena potokol IP tidak mengizinkan 2 host memiliki IP yang sama.
Fungsi :
o Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di
jaringan akan mendapatkan alamat IPsecara otomatis dari serverDHCP.
o memberikan framework untuk disampaikan kepada client yang berisikan informasi
tentang konfigurasi jaringan.
5. TELNET(Telecommunication Network)
Adalah terminal interaktif untuk mengakses suatu remote pada internet.
Fungsi : digunakan untuk mengakses remote host melalui terminal yang interaktif
6. DNS (Domain Name System)
Merupakan database terdistribusi yang diimplementasikan secara hirarkis dari sejumlah name servers .
Fungsi :
o menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar(distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
o address/name translation
o DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
7. SNMP (Simple Network Management Protocol)
adalah standar manajemen jaringan pada TCP/IP.
Fungsi :
supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk mengumpulkan informasi dari mereka, dan mengatur bagaimana mereka beroperasi.
Layer 5 - 7 Troubleshooting
Teknisi juga harus memeriksa konfigurasi aplikasi. Sebagai contoh, jika troubleshooting suatu email, pastikan bahwa aplikasi yang dikonfigurasi benar mengirim dan menerimainformasi server email. Hal ini juga diperlukan untuk memastikan bahwa resolusi nama domain berfungsi seperti yang diharapkan.
Troubleshooting Jaringan Kelas XII Vol.7
Vol.6 Memahami Troubleshooting Lapisan Presentasi Jaringan LAN
Pengertian Application Layer
Application Layer merupakan layer teratas dari standar TCP/IP maupun OSI. Namun pada layer Aplikasi pada TCP/IP dibagi menjadi tiga layer oleh OSI, yaitu layer Sesi, Presentasi dan Aplikasi. Secara umum layer aplikasi pada TCP/IP bertanggung jawab pada aplikasi yang digunakan pada jaringan (software). Namun fungsi ini dapat dikategorikan seperti yang telah dilakukan oleh badan ISO pada standar OSI.
Application layer, berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
Ada beberapa fungsi penting dari application layer, yaitu:
Sebagai alat pengumpul informasi dan data yang dikrimkan melalui jaringan
Fungsi pertama dari application layer adalah untuk pengumpul data dari segala konten yang ditransmisikan melalui jaringan. Fungsi ini erat kaitannya dengan application layer sebagai bagian dari lapisan atau layer pertama pada jaringan komputer dan juga layer terakhir. Semua data yang sudah di transmisikan melalui jaringan komputer kemudian akan dikumpulkan menjadi satu, sehingga nantinya konten atau informasi tersebut akan ditampilakn di dalam bentuk aplikasi tertentu menggunakan pemanfaatan dari application layer. Dengan adanya application layer, maka seluruh proses pendefinisian dan juga proses pentransmisian dari konten dan juga data didalam jaringan komputer sudah lengkap sepenuhnya.
Sebagai user interface dalam menampilkan data dan informasi
Fungsi lainnya dari application layer adalah ntuk menguhubungkan user interface. User interface dalam hal ini adalah aplikasi – aplikasi yang digunakan oleh user untuk mengakses data dan juga konten yang ditransmisikan melalui jaringan. Dengan adanya application layer, maka user dapat melihat dan juga mengakses setiap konten dan juga data yang diterima dengan mudah dan juga cepat.
2. DYNAMIC HOST CONTROL PROTOCOL (DHCP)
Pengertian atau penjelasan dhcp server dan dhcp client - DHCP merupakan singkatan dariDynamic Host Configuration Procotol, untuk yang baru saja belajar membuat atau mengenal jaringan secara teori maupun praktek akan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dari diri pribadi guna mengetahui, mendapatkan informasi sejelas mungkin.
Pengertian DHCP Server dan DHCP Client, pertanyaan sering muncul saat kita menemukan sesuatu, kasus atau masalah atau pertanyaan dari orang lain dilapangan, saat membaca atau melihat perbedaan antara dhcp server dan dhcp client, begitu juga dengan saya pribadi sempat terlintas hendak menanyakan perbedaan dhcp server dan dhcp client pada salah seorang guru jaringan di sekolah, tapi ada rasa takut tuk bertanya akan hal tersebut, kekawatiran penjelasan yang disampaikan tidak bisa membuat saya mengerti ataukah terlalu teoritis atau memang demikian.
Tulisan kali ini saya mencoba memberikan sedikit penjelasan dhcp server dan dhcp client, berdasarkan pendapat saya semoga tidak salah dalam penyampaiannya.
Secara umum diketahui istilah dhcp dipergunakan pada jaringan (configurasi protocol), pemberian / request ip otomatis oleh server ke client dan request ip dari client ke server, cara lain pemberian ip secara manual / static. jika diartikan dari singkatan DHCP - Dynamic Host Configurasi Protocol,
Dynamic = dinamis
Host = Perangkat/node
configurasi = pengaturan
protocol = protocol
Jadi bisa kita simpulkan pengaturan protocol suatu perangkat dilakukan secara dinamis, yang dikendalikan atau ditur oleh sistem secara otomatis pada jaringan tersebut. pengaturan protocol bisa dilakukan secara manual atau static dan bisa juga secara dynamic.
DHCP Server
dhcp server configurasi protocol (IP address) disediakan oleh server untuk diberikan ke client yang meminta / request ip. (ip address) yang diberikan, ditentukan oleh server pemberian jatah ip bisa dalam hitungan menit, jam, hari dan bulan, juga disertai dengan netmask, gateway dan dns server, itu semua tergantung dari pengaturan di servernya.
DHCP Client
Pengaturan protocol (ip address) dilakukan di client, apakah mode static atau dynamic, dhcp client meminta server untuk memberikan ip, sebelum client mendapatkan ip dynamic, client terlebih dahulu merequest ke server yang ada pada jaringan tersebut, dan server melakukan pemeriksaan terhadap client yang meminta ip dynamic, jika sesuai dan diperbolehkan maka server baru mengirimkan ip ke client.
Perhatikan gambar dibawah ini, DHCP Enabled, ip address, subnet mask, gateway, dhcp server dan dns server yang diperoleh atau yang diberikan server.
3. FILE TRANSFER PROTOCOL (FTP)
Pengertian FTP adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi sebagai standar untuk pengiriman file komputer antar mesin-mesin dalam sebuah jaringan. FTP sendiri merupakan singkatan dari File Transfer Protocol. Atau dalam bahasa Indonesianya berarti Protokol Pengiriman File (berkas, data).
Korelasi FTP dengan proses belajar membuat blog.
Mungkin materi Pengertian FTP ini tidak perlu kita ketahui jika kita hanya ingin membuat blog wordpress dot com.
Tapi untuk mempelajari cara membuat blog di wordpress dot org alias yang menggunakan hosting sendiri, kita perlu memahami FTP. Karena saat mengupload file wordpress ke server online kita akan bersinggungan dengan FTP dan software FTP client. Walaupun ada beberapa cara install wordpress yang lain, tapi menginstall wordpress melalui FTP sangat penting kita ketahui
Fungsi FTP.
FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan dan masih digunakan hingga saat ini. Fungsi FTP adalah untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.
Sekilas cara kerja FTP
Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP.
Sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus pengiriman antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.
Sebuah server FTP diakses menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.
FTP menggunakan protokol TCP (Transmission Control Protocol) untuk komunikasi data antara FTP klien dan FTP server. Sehingga di antara kedua komponen tersebut akan tercipta sebuah sesi komunikasi sebelum pengiriman data dimulai.
Itulah sekilas tentang pengertian FTP dan cara kerjanya. Baca juga artikel sejenis mengenai pengertian www, pengertian homepage, dll di blog saya ini untuk lebih menambah pemahamannya. Semoga memberi manfaat.
Terimakasih.
4. TELNET (Telecommunications network protocol)
Inilah pengertian Telnet dan fungsinya, dapat kamu baca dan pahami pada pembahasan ini. Telnet adalah singkatan dariTelecommunications Network Protocol, merupakan remote login yang terjadi pada jaringan internet disebabkan karena adanya service dari protocol Telnet. Dengan adanya Telnet dapat memungkinkan pengguna dapat mengakses komputer lain secara remote melalui jaringan internet.
A. Penjelasan lain dari Telnet
Atau definisi Telnet yaitu merupakan suatu protocol yang memungkinkan penggunanya dapat login dan bekerja pada sistem jarak jauh, seperti jika terdapat program maupun file yang tersimpan pada komputer jarak jauh tersebut berada di komputer pengguna itu sendiri. Singkatnya Telnet merupakan perangkat lunak (softwere) yang digunakan untuk melakukan kontrol jarak jauh pada sistem komputer.
Telnet digunakan untuk melakukan login ke komputer lain yang ada di jaringan internet dan dapat melakukan akses pada pelayanan umum, termasuk pada berbagai macam database. Penggunanya dapat duduk saja di depan komputer yang terhubung ke jaringan internet. Dengan kata lain dapat terkoneksi ke komputer lain dalam satu gedung, satu ruangan atau bahkan pada komputer di seluruh penjuru dunia. Setelah terhubung atau terkoneksi, input yang diberikan pada keyboard dapat secara langsung mengontrol ke remote komputer tadi, dapat diakses pelayanan apa saja yang telah disediakan oleh remote machine dan hasilnya akan ditampilkan pada terminal lokal. Dengan menggunakan Telnet, pengguna dapat mengakses berbagai layanan misalnya seperti melihat katalog perpustakaan dan masih banyak lagi layanan yang lainnya. Baca juga penjelasan:
pengertian protokol dan jenisnya pada jaringann komputer:
Apakah itu Telnet?
Pada penggunaannya Telnet memakai 2 (dua) program yaitu pada client dan server. Program pada client digunakan untuk meminta layanan pada server, sedangkan program yang terdapat pada server akan memberikan layanan yang diminta oleh client.
B. Fungsi utama Telnet (Telecommunications network protocol)
Singkatnya fungsi utama pada Telnet adalah untuk dapat mengakses komputer dari jarak jauh. Karena Telnet dapat memungkinkan komputer penggunanya menjadi terminal dari komputer yang lain di jaringan internet. Dan Telnet memungkinkan penggunanya dapat melakukan login sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang terdapat pada komputer tersebut. Itulah fungsi utama dari Telnet.
C. Kelebihan dan kekurangan menggunakan Telnet (Telecommunications network protocol)
1. Kelebihan Telnet
Adapun kelebihan jika menggunakan telnet server adalah user interface yang cukup ramah, maksudnya pengguna dapat memberikan perintah dari jarak jauh (remote) jadi seolah-olah penggunanya mengeksekusi perintah pada command line pada komputer
2. Kekurangan Telnet
Dimana ada kelebihan selalu ada kekurangan, adapun kekurangan dari Telnet yaitu pengguna NTLM authentication tanpa adanya enkripsi sehingga dapat memudahkan pencurian password yang dilakukan oleh sniffers, jika kita administrator sistem maka disarankan untuk menggunakan SSH pada Linux daripada Telnet Server untuk mengkonfigurasikan sistem kita.
Demikian pengertian Telnet dan jika terdapat kesalahan pada pebahasan ini mohon untuk diperbaiki oleh kamu sendiri. Kalau memang tulisan atau pembahasan ini memiliki manfaat apa salahnya untuk menyebarkan atau men-sharenya ke sahabat-sahabat yang lainnya…
5.HYPERTEXT TRANSFER PROTOKOL (HTTP)
Dahulu saya bingung apa sebenarnya maksud dari HTTP, karena bagi saya sebuah situs sudah cukup hanya menampilkan www sebagai awalnya dan tidak perlu menggunakan HTTP. Namun pada intinya bahwa HTTP merupakan perpaduan dalam sebuah URL atau alamat sebuah website. Nah.., agar anda juga tidak bingung, saya telah memahami dari berbagai sumber dan dengan analisa saya, maka saya akan menjelaskan mengenai Pengertian HTTP.
A. Pengertian dan Fungsi HTTP
HTTP berasal dari bahasa inggris berupa singkatan dari Hypertext Transfer Protocol (HTTP). HTTP merupakan sebuah Protokol atau Penyerta awal yang digunakan WWW (World Wide Web) sebagai pelengkap berjalannya sebuah koneksi di internet.
Secara khusus HTTP dapat diartikan sebagai pesan yang berbentuk format dan dapat dikirim melalui sebuah server ke Client. HTTP juga berfungsi sebagai alat yang mengatur bentuk dan aksi apapun yang dilakukan oleh Web Server juga Web Browser untuk direspon atas perintah yang ada pada Protokol HTTP. Jika masih bingung, maka saya akan mengilustrasikan pengertian HTTP secara mudah, Ilustrasi HTTP yaitu:
“Ketika Anda mengetikkan sebuah alamat atau URL di browser (seperti Mozilla), maka ketika anda menekan tombol enter atau cari, secara otomatis web browser akan melakukan penelusuran melalui perintah ke HTTP sesuai dengan alamat yang dituju. Kemudian setelah web server menampilkan perintah dari HTTP melalui browser tadi, maka web server akan melacak data yang anda inginkan dan akan segera ditampilkan jika data tersebut masih ada.”
B. Sejarah Keberadaan HTTP
Dalam berbagai sumber dapat diketahui bahwa Sejarah Keberadaan HTTP untuk kali pertama berdiri dan dikenal pada tahun 1990. HTTP dibuat bertujuan untuk penunjang dari penggunaan WWW dengan protokolnya HTTP. Saat itu versi yang digunakan masih menggunakan versi standar yaitu V 0.9. Versi ini merupakan sebuah Protokol Transfer dokumen secara mentah (data yang dikirim berbentuk asli tanpa mengkonvert tipe dokumen yang dikirim).
Seiring permintaan dan kebutuhan dari penggunaan HTTP ini, maka pada tahun 1996 terjadi modifikasi HTTP yang berubah wujud menjadi versi 1.0, ini bertujuan untuk mengakomodasi tipe dokumen yang akan dikirim bersamaan dengan enkoding (kode) yang digunakan dalam pengiriman data dokumen tersebut. Kemudian pada tahun 1999, HTTP semakin baik dan sistematis dengan dilengkapi basic Proxy, Cache dan koneksi Parsisten.
C. Kelemahan HTTP
Saya tidak akan menjelaskan kelebihan HTTP, karena saat ini banyak dari kita yang menggunakan HTTP sebagai sarana koneksi internet dan salah satu mediasi penyimpanan data penting. Namun, tidak semua orang menggunakan fasilitas ini untuk berbuat baik dan bermanfaat, ada juga yang menggunakannya untuk menipu, merusak dan menyebar virus.
Penyebaran virus melalui media HTTP sangat rentan dan rawan bagi pengguna internet dengan media blog, jika ini terjadi, maka Jaringan yang digunakan akan terjangkit virus sesuai dengan tingkat bahaya virus yang masuk. Dapat dipastikan bahwa sebuah alamat atau URL yang menggunakan protokol dengan HTTP, cenderung dapat menyebabkan adanya Virus atau hal yang dapat berbahaya. Namun tidak perlu khawatir, saat search engine google sudah antisivasi hal ini dengan membuat sebuah batasan.
Sumber : Disini
Troubleshooting Jaringan Kelas XII Vol.6
Vol.5 Memahami Troubleshooting Lapisan Session Jaringan LAN
Presentation layer merupakan lapisan ke-6 dari model refrensi OSI. Presentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Presentation layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya, presentation layer memperhatikan sintaks dan semantik informasi yang dikirimkan.
- TROUBLESHOOTING LAPISAN PESENTASI ( PRESENTATION LAYER )
1. Troubleshooting Methods
Model OSI juga menyediakan dasar yang sistematis untuk mengatasi masalah jaringan. Dalam setiap skenario troubleshooting, prosedur pemecahan masalah dasar meliputi langkah-langkah berikut:
1. Mengidentifikasi dan memprioritaskan solusi alternatif.
2. Pilih salah satu alternatif sebagai solusinya.
3. Mengimplementasikan solusi.
4. Mengevaluasi solusi.
Model OSI dapat digunakan sebagai pedoman untuk pemecahan masalah. Menggunakan model berlapis, ada tiga pendekatan pemecahan masalah yang berbeda yang teknisi dapat digunakan untuk mengisolasi masalah:
1. Bottom-Up
Pendekatan bottom-up dimulai dengan komponen fisik dari jaringan dan bekerja dengan cara naik lapisan dari model OSI. Pemecahan masalah bottom-up merupakan pendekatan yang efektif dan efisien untuk tersangka masalah fisik.
2. Top-Down
Pendekatan top-down dimulai dengan aplikasi pengguna dan bekerja dengan cara menuruni lapisan dari model OSI. Pendekatan ini dimulai dengan asumsi bahwa masalahnya adalah dengan aplikasi dan bukan infrastruktur jaringan.
3. Divide-and-Conquer
digunakan oleh teknisi jaringan lebih berpengalaman. Teknisi membuat tebakan menargetkan lapisan masalah dan kemudian berdasarkan hasil pengamatan, bergerak ke atas atau bawah lapisan OSI.
2. Troubleshoot pada lapisan presentasi (presentation layer)
Alasan mengapa peranan lapisan presentasi tidak selalu digunakan dalam komunikasi jaringan adalah bahwa pekerjaan yang disebutkan di atas hanya tidak selalu diperlukan. Kompresi dan enkripsi biasanya dianggap "opsional", dan fitur terjemahan juga hanya diperlukan dalam keadaan tertentu.
Alasan lain mengapa lapisan presentasi kadang tidak disebutkan adalah bahwa fungsinya dapat dilakukan sebagai bagian dari layer aplikasi. Untuk lapisan atas (5 sampai 7) dari model OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan aplikasi paling dekat dengan pengguna akhir.
Kedua pengguna dan proses lapisan aplikasi berinteraksi dengan aplikasi perangkat lunak yang mengandung komponen komunikasi. Sehingga Teknisi juga harus memeriksa konfigurasi aplikasi. Sebagai contoh, jika troubleshooting suatu email, pastikan bahwa aplikasi yang dikonfigurasi benar mengirim dan menerima informasi server email. Hal ini juga diperlukan untuk memastikan bahwa resolusi nama domain berfungsi seperti yang diharapkan.
Sumber : Disini














